Pandemi Covid-19 membuat guru mengalami tantangan untuk menekankan pada pembelajaran inovatif berbasis teknologi.
Dengan aplikasi Assembler Edu, guru akan lebih mudah membuat media pembelajaran berbasis teknologi.
Pemanfaatan pembuatan media pembelajaran berbasis augmented reality apilkasi Assembler Edu diberikan Tim Pengabdian PGSD Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang (Unnes) kepada sejumlah guru di Gugus Gathutkaca Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang melalui daring, belum lama ini.
Adapun peserta dari guru SD Krapyak, SD Kembangarum 02, SD Ngemplak Simongan 02, SD Tambakharjo, dan SD Muhamadiyah 12.
Kepala Jurusan FIP Unnes, Isa Ansori menuturkan, selama ini pembelajaran masa pandemi Covid-19 di gugus Gathutkaca Kecamatan Semarang Barat Kota Semarang menggunakan daring dan luring.
Masing-masing guru kelas mempunyai permasalahan pembelajaran terutama di masa pandemi Covid-19.
Pada masa pandemi, media yang dikembangkan guru-guru cenderung menggunakan media sederhana yang tentunya kurang mendukung untuk pembelajaran di masa pandemi serta kurang memberi pemahaman siswa.
Sekolah di Gugus Gathutkaca sebenarnya sudah mempunyai ketersediaan perangkat keras (hardware) berupa telepon selular, infokus, dan laptop.
Guru juga sudah mempunyai gadget dan laptop namun pada umumnya belum optimal memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran terutama belum mengembangkan media Augmented Reality.
Selain itu, kreativitas untuk mengembangkan media berbasis teknologi belum maksimal dilakukan oleh guru-guru di KKG gugus Gathutkaca.
Permasalahan ini muncul karena guru belum terbiasa dengan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis E-learning.
''Berdasarkan permasalahan tersebut maka kegiatan kepada masyarakat perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran terutama dalam mengembangkan media online berbasis Augmented Reality yang menggunakan aplikasi Assemblr Edu,'' tuturnya.
Oleh sebab itu, diharapkan dengan kegiatan pelatihan ini dapat memberikan pengetahuan serta melatih keterampilan para guru dalam membuat media berbasis Augmented Reality menggunakan aplikasi Assemblr Edu untuk meningkatkan kreativitas guru dalam mengembangkan media di masa pandemi Covid-19.
Ke depan pihaknya menargetkan, minimal 75 persen guru dapat meningkatkan kreativitas dalam merancang dan membuat soal online dengan menggunakan aplikasi Assemblr Edu.
Juga, dapat diterbitkan buku panduan pengembangan soal online menggunakan aplikasi Assemblr Edu pada pembelajaran sekolah dasar yang ber-ISBN.
Serta, publikasi dalam prosiding internasional dan publikasi di media massa lokal. Rencana kerja yang akan dilakukan, terdapat beberapa tahapan.
Yaitu: analisis kebutuhan, menyusun buku panduan materi perancangan dan pengembangan media menggunakan aplikasi Assemblr Edu, melakukan pelatihan, presentasi, evaluasi, penyusunan laporan, dan tindak lanjut publikasi.




0 komentar:
Posting Komentar